Bahayakah Menggunakan Kondom Bergerigi ?

Seiring dengan bergulirnya waktu, kondom mulai diterima masyarakat. Banyak produk kondom ditawarkan dengan berbagai bentuk dan ukuran. Mulai dari rasa, tekstur, hingga ada juga kondom yang berukuran jumbo. “Yang paling banyak diminati adalah kondom yang ada geriginya.

Selain menyukai kondom yang bergerigi, konsumen kondom di Indonesia juga menyukai kondom yang memiliki aneka rasa, seperti coklat, strawberi, dan jeruk. Meski harganya relatif lebih mahal, banyak juga yang suka. Rata-rata peminatnya adalah yang masih muda.

Berikut pertanyaan dari salah satu pasangan muda yang baru dikaruniai seorang anak.

Tanya :

Kami belum lama ini dikaruniai buah hati perempuan yang sehat. Tentunya kami punya program untuk menunda kehamilan sampai anak kami umur 3 tahun. Untuk itu kami menggunakan alat kontrasepsi berupa kondom. Tapi banyak kondom ditawarkan, salah satunya adalah kondom bergerigi. Kami ingin mencobanya, tapi yang kami khawatirkan berbahaya tidak penggunaan kondom bergerigi tersebut, yang kami khawatirkan kondom bergerigi saat digunakan adalah apabila geriginya ada yang lepas dan tertinggal di dalam ?

Jawab:
Terlebih dahulu saya ucapkan selamat atas kelahiran putri pertamanya. Memang sebaiknya jarak kehamilan diatur agar tidak terlalu dekat, hal ini demi kesehatan ibu dan perkembangan anak. Cara mengaturnya dengan berbagai metode kontrasepsi yang ada, di antaranya dengan metode kontrasepsi hormonal maupun kontrasepsi non hormonal.

Kondom sebagai alat kontrasepsi termasuk dalam kontrasepsi non hormonal, kondomberfungsi mencegah bertemunya sperma dengan sel telur. Kondom ini merupakan salah satu alat kontrasepsi yang cukup efektif, mudah didapat, efek samping yang jarang, namun perlu kehati-hatian dalam menggunakannya. Untuk mencegah kegagalan kondom sebagai alat kontrasepsi maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yang pertama lihat kemasan kondom, apakah masih utuh dan dalam keadaan baik, kemudian lihat masa berlaku yang tercantum di bungkusnya, kondom yang sudah lewat masa berlakunya akan berisiko mengalami kebocoran.

Yang kedua, perhatikan agar anda tidak terlambat memasang kondom dan juga tidak terlambat melepaskannya, kondom dipasang begitu ereksi dan harus dilepaskan setelah terjadi ejakulasi, sebelum penis kembali mengecil. Yang ketiga yang perlu diperhatikan adalah jika anda menggunakan pelumas tambahan, maka yakinkan Anda menggunakan pelumas berbahan dasar air (bukan minyak) yang tidak akan merusak struktur lateks kondom. Akan lebih baik jika kondom ini dikombinasikan dengan metode kalender, sehingga akan meningkatkan keamanan kondom sebagai alat kontrasepsi.

Beberapa kondom digunakan tidak hanya sebagai alat kontrasepsi namun juga sebagai variasi dalam menikmati hubungan seksual, misalnya sekarang banyak kondom dengan aneka rasa, seperti rasa buah-buahan, dan juga tersedia kondom dengan tekstur tertentu, seperti berbintil-bintil, ataupun bergerigi. Kondom-kondom ini sudah diproduksi dengan keamanan tertentu, sehingga tidak akan ada masalah seandainya digunakan oleh konsumen, namun tetap harus memperhatikan penyimpanan kondom dan batas waktu masa berlakunya. Selamat mencoba.

Sumber: www.artikel-kesehatan-online.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar