Optimis Bikin Jantung Makin Sehat !

Orang-orang yang antusias dan optimistis berisiko lebih kecil mengalami penyakit jantung dibandingkan orang-orang pesimis dan kurang bersemangat menjalani hidup.

Peneliti menemukan, mereka yang antusias, puas dan meyakini bahwa hidup mereka berarti berkesempatan lebih besar menjaga kesehatan jantung.

Temuan dari Amerika Serikat yang dipublikasikan di European Heart Journal ini mengungkap efek negatif dari pikiran-pikiran pesimis dan sikap negatif dalam jangka panjang.

Menurut pemimpin studi Dr Karina Davidson, meningkatkan emosi positif bisa membantu mencegah penyakit jantung. Akan tetapi, dia juga menegaskan perlunya studi lanjutan.

"Jika percobaan mendukung temuan kami, maka hasil ini sangat penting dalam menentukan hal yang perlu dilakukan dokter dan pasien dalam memperbaiki kesehatan," terang Davidson, seperti dikutip situs dailymail.com.

Dalam studi ini, peneliti mengikuti perkembangan 1.739 partisipan dewasa sehat selama sepuluh tahun. Para perawat menilai risiko penyakit jantung partisipan dan mengukur gejala depresi, permusuhan, kecemasan dan tingkat ekspresi perasaan positif atau pengaruh positif. Pengaruh positif adalah pengalaman emosi menyenangkan seperti suka cita, kebahagiaan, kesenangan, antusiasme dan kepuasan.

Setelah memperhitungkan faktor usia, jenis kelamin, faktor risiko penyakit jantung dan emosi negatif, peneliti menemukan bahwa peningkatan pengaruh positif memicu penurunan risiko penyakit jantung.

"Partisipan tanpa pengaruh positif berisiko 22 persen lebih besar mengalami serangan jantung dibandingkan orang-orang dengan sedikit pengaruh positif. Sedang partisipan dengan sedikit pengaruh positif ini juga berisiko 22 persen lebih tinggi mengalami serangan jantung dibandingkan partisipan yang memiliki pengaruh positif tingkat sedang." terang Davidson yang merupakan direktur Centre for Behavioural Cardiovascular Health di Columbia University Medical Centre, New York.

Bagaimana pengaruh positif mempengaruhi jantung? Orang-orang dengan pengaruh positif, terang Davidson, kemungkinan memiliki waktu istirahat lebih lama. Mereka secara kejiwaan lebih rileks.

Selain itu, partisipan dengan pengaruh positif kemungkinan pulih dari stres lebih cepat dan mereka cenderung tidak menghabiskan banyak waktu untuk menghibur diri.

Sumber: www.artikel-kesehatan-online.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar